Senin, 02 Januari 2012

Jalur Perdagangan Kuno


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
            Masyarakat kuno telah mengenal perdagangan dan pelayaran sejak ribuan tahun yang silam, bahkan di sinyalir perdagangan dan pelayaran sudah ada sejak manusia mulai mengembangkan peradabannya. System perdagangan dan pelayaran yang di lakukan masyarakat kuno sangat berbeda dengan apa yang kita lakukan sekarang ini. Untuk pertama kalinya, masyarakat kuno melakukan perdagangan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari hari. Barter merupakan sistem perdagangan kuno yang pertama kali di kembangkan masyarakat kuno di dunia.
            Perdagangan semakin berkembang ketika masyarakat kuno mengenal mata uang. Pemenuhan kebutuhan sehari hari tidak lagi didapat dengan cara barter, tetapi mulai dengan cara jual beli.  Kebutuhan akan barang- barang yang tidak dapat di produksi sendiri mendorong masyarakat kuno untuk melakukan perdagangan dengan cara menukar (barter) atau membeli dari daerah lain yang mingkin jaraknya sangat jauh dari tempat tinggal mereka.
            Misalnya, bangsa eropa pada masa kejayaan yunani dan romawi membutuhkan barang- barang mewah yang hanya didapat dari cina sebagai penghasil sutra dan berang- barang porselen kebutuhan akan rempah- rempah harus didatangkan dari Indonesia, permadani dari Persia, dan permata dari India.kondisi ini lah yang membuat manusia untuk melakukan perdagangan dan pelayaran ketempat- tempat penghasil barang yang mereka butuhkan walaupun jaraknya sangat jauh dari tempat tinggalnya.


1.2   Tujuan


Tujuan dari pembuatan makalah ini agar kita dapat mengetahui dapat menjelaskan sebagai berikut :

1.    Asal usul perdagangan dan pelayaran pada masa kuno.
2.    Dibaginya dua jalur perdagangan, darat (sutra) dan laut.
3.    Indinesia berperan peran aktif dalam dunia perdagangan dan sebagai jalur lalu-lintas dunia
4.    Indonesia terkenal sebagai penghasil rempah- rempah dunia.


BAB II
PERMASALAHAN



Dari permasalahan yang akan dibahas adalah sabagai berikut:
     
2.1            Jelaskan apa itu jalur perdagangan darat ?
2.2             Jelaskan apa itu jalur perdagangan laut ?










BAB III
PEMBAHASAN


3.1  Jalur Perdagangan Darat

Hubungan perdagangan antara kawasan asia dan eropa sudah dilakukan sejak 500 SM . sepanjang jalur perdagangan darat itu, para saudagar (kalifah) cina, india, dan arab melintas gurun yang tandus, pegunungan yang terjal, serta perbedaan iklim yang mencolok. Namun  rintangan demi rintangan dapat di atasi oleh para saudagar (kalifah) hingga sampai di penghujung asai barat yaitu kota dagang antiokia dan tyrus. Jalur perdagangan darat pertama yang dilalui oleh para saudagar dari kedua benua tersebut adalah yang terkenal dengan sebutan jalan sutra.
Jalan Sutra adalah jalur jalan  terpanjang yang membentang di antara dua benua, menghubungkan Tiongkok dan dunia barat, yang zaman dulu di  pakai sebagai rute perdagangan   melalui darat. Sejak lama, Tiongkok dikenal sebagai penghasil kain sutra yang hasilnya diekspor ke barat, terutama melalui jalan ini, makanya disebut “jalan sutra” (the silk road), sepanjang jalan yang melalui banyak negara ini, terbentanglah peninggalan budaya dan sejarah yang sangat bernilai untuk dinikmati, sambil membayangkanbusinessman jaman dulu mengangkut sutra dan komoditi barang dagangan lainnya melewati 7.000 mil jalan di jalur sutera ini menuju Eropa.                                    
 Jalan Sutra adalah yang jalur paling terkenal sebagai rute perdagangan dari peradaban Tiongkok kuno. Perdagangan sutra tumbuh di bawah Dinasti Han (202 SM - AD 220) pada abad pertama dan kedua Masehi. Awalnya, sutra dihasilkan Tiongkok kuno untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, di dalam kekaisaran. Setelah produksi menjadi banyak, mereka mulai menjualnya ke arah Barat, mengangkutnya menggunakan kereta kuda dan unta saat melewati gurun. Dalam perjalanan, mereka sering diserang oleh suku-suku kecil di Asia Tengah yang ingin merampas komoditi berharga yang dibawa pedagang. Akibatnya, Dinasti Han memperluas pertahanan militernya lebih jauh ke Asia Tengah 135-90 SM dalam rangka untuk melindungi para pedagang.             
 Pemerintah Han mengirim Jenderal Zhangqian (Chan Ch'ien) sebagai seorang utusan untuk membangun hubungan yang baik dengan suku-suku ini, kemudian muncul ide untuk memperluas perdagangan sutra, memasukkan suku-suku kecil ini sebagai bagian didalamnya, membentuk aliansi dengan mereka. Karena ide ini, Jalan Sutra lahir. Rute tumbuh dengan munculnya Kekaisaran Romawi karena pada awalnya memberikan sutra Tiongkok pada pemerintahan Asia-Romawi sebagai hadiah.
                Rute 7.000 mil yang membentang Tiongkok, Asia Tengah, India Utara, dan Kekaisaran Parthia dan Romawi. Ia menghubungkan Lembah Sungai Kuning dengan Laut Tengah dan melewati tempat-tempat di Tiongkok seperti kota Gansu dan Sinkiang dan saat ini negara Iran, Irak dan Suriah. Penduduk India barat laut yang tinggal di dekat Sungai Gangga memainkan peran penting sebagai perantara dalam perdagangan sutra Tiongkok-Mediterania karena pada awal abad ketiga Masehi, mereka mengerti bahwa sutra adalah produk yang menguntungkan dari KekaisaranTiongkok. Hubungan perdagangan antara Tiongkok dan India tumbuh lebih kuat dengan peningkatan ekspansi Han ke Asia Tengah. Tiongkok juga melakukan perdagangan sutra mereka dengan orang-orang India seperti batu mulia dan logam seperti batu giok, emas, dan perak, dan India juga menjual sutra kepada kekaisaran Roma. Sutra adalah barang impor yang sangat bernilai dan mahal harganya untuk Kekaisaran Romawi sejak perdagangan di India dan Asia Tengah yang sangat dikendalikan oleh Kekaisaran Parthia.

            Saudagar- saudagar atau para pedagang dari asia pada masa itu sangat senang berdagang  dengan bangsa romawi. Para bangsawan romawi yang hidup bergelimang kemewahan sangat menyukai barang- barang mewah dari luar negeri, seperti permadani dari Persia, surtadan porselen dari cina, permata dari india. Pembayarannya dilakukan dengan emas dari romawi.

           









3.2  Jalur Perdaganga Laut


Sejak awal abad masehi, hubungan perdagangan melalui jalan laut  telah dilakukan oleh bangsa- bangsa di asia timur, asia barat, asia tenggara , serta bangsa eropa. Jalan sutra berangsur- angsur mulai ditinggalkan oleh saudagar- saudagar cina, arab, india, dan eropa.

Factor- factor ditinggalkannya jalur darat :
1.    teknologi kapal layar sudah ditemukan , yang bisa menampung
600 – 700 orang.
            2.  resiko keamanannya lebih aman dan terjaga.
            3.  telah ditemukannya ilmu perbintangan (astronomi).
            4.  tersebarnya agama Buddha.

            Pengetahuan akan pergantian arah mata angin sangat bermanfaat bagi para pelaut yang ingin mengarungi lautan lepas. Perdagangan laut ini menjadi semakin ramai setelah di temukannya angina musim oleh hipalos, yaitu angina musim barat yang berhembus pada bulan desember sampai februari, dan angin musim timur yang berhembus pada bulan September sampai bulan November.

Barang dagangan yang diperjual belikan oleh para pedagang Indonesia di pelabuhan selat malaka, yaitu kapur barus, kemenyan, kayu cendana, rempah- rempah (pala dan cengkih), bulu burung, dan gading. Sebelum abad ke- 16 M, barang- barang tersebut bisa sampai di eropa terutama cengkih dan pala dengan menempuh jalan yang bertahap dan memakan waktu yang lebihlama. Rempah- rempah tersebut diangkut dari selat malaka ke hitu dan banda, yang kemudian diangkut ke pelabuhan- pelabuhan yang ada di bagian barat Indonesia, seperti pelabuhan pesisir jawa, pantai timur Sumatra, dan selat malaka. Dari malaka, rempah- rempah tersebut dibawa pedsgang Gujarat, arab, cina, bahkan pedagang Indonesia sendiri ke kota transit perdagangan di india, seperti koya cambay, Gujarat, calicut atau kalkuta.

Dari india, rempah- rempah tersebut di bawa oleh pedagang- pedagang Gujarat, dan arab terus ke barat terus melintasi laut arab. Dari laut arab jalur bercabang dua. Jalur pertama, menujuke teluk muskat, (oman) melalui selat hormuz, dan teluk Persia, basra, baru kemudian sampai di pusat-pusat perdagangan di laut tengan. Jalur kedua, melalui teluk aden, laut merah, dan sampai ke kota suez. Dari suez, perjalanan dilanjutkan melalui  darat menuju pusat perdagangan di iskandariah (Alexandria) dan Tunisia. Dari kedua kota dagang inilah rempah-rempah di bawa ke konstantinopel. Kemudian dari konstantinopel, rempah-rempah di angkut oleh pedagang portugis dan spanyol
ke eropa. Dari pedagang portugis dan spanyol, rempah-rempah bisa dinikmati
oleh orang orang eropa. Jauhnya jarak antara asia dan eropa, serta banyaknya pedagang yang terlibat serta panyalurannya yang dilakukan secara berantai telah manyebabkan harga rempah-rempah menjadi sangat mahal di eropa.

Menyadari akan pentingnya jalur perdagangan tersebut, orang- orang eropa terutama portugis pada sekitar abad ke-16 berusaha menguasai jalan itu dengan melakukan penjelajahan- penjelajahan. Alfonso d’ Albuquerque sampai di indo nesia tepat nya di goa (1507) dan malaka (1511). Selanjutnya, pembukaan jalan antara eropa dan malaka terjadi pada tahun 1521 Bsebastian del cano. Del cano adalah salah seorang anak buah kapal dari ekspedisi yang dilakukan oleh Ferdinand magelland pada tahun 1519. pada masa perkembangan dan kejayaa islam pada abad 7 M sampai 15 M, para pedagang arab banyak belajar dari pedagang cina mengenai penggunaan kompas dan astrolabe  yang di gunakan sebagai alat navigasi dalam mengarungi lautan lepas. Kota – kota pelabuhan yang ramai dikunjungi para pedagang islam adalah oman, basra (teluk Persia) cambay, dan kalcuta di india, samudra pasai di ujung Sumatra, banten dengan pelabuhan sunda kelapanya, demak dan tuban, makasar, dan lain-lain. Kota- kota pelabuhan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat perdagangan juga sebagai pusat penyebaran islam.



               











BAB IV
KESIMPULAN

Dapat kita simpulkan dari penjelasan diatas. Masyarakat kuno telah mengenal perdagangan dan pelayaran sejak ribuan tahun yang silam, bahkan di sinyalir perdagangan dan pelayaran sudah ada sejak manusia mulai mengembangkan peradabannya. System perdagangan dan pelayaran yang di lakukan masyarakat kuno sangat berbeda dengan apa yang kita lakukan sekarang ini. Untuk pertama kalinya, masyarakat kuno melakukan perdagangan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari hari. Barter merupakan sistem perdagangan kuno yang pertama kali di kembangkan masyarakat kuno di dunia.
Jalur perdagangan darat pertama yang dilalui oleh para saudagar dari kedua benua tersebut adalah yang terkenal dengan sebutan jalan sutra.Jalan Sutra adalah jalur jalan  terpanjang yang membentang di antara dua benua, menghubungkan Tiongkok dan dunia barat, yang zaman dulu di  pakai sebagai rute perdagangan   melalui darat. Sejak lama, Tiongkok dikenal sebagai penghasil kain sutra yang hasilnya diekspor ke barat, terutama melalui jalan ini, makanya disebut “jalan sutra” (the silk road),

Sejak awal abad masehi, hubungan perdagangan melalui jalan laut  telah dilakukan oleh bangsa- bangsa di asia timur, asia barat, asia tenggara , serta bangsa eropa. Jalan sutra berangsur- angsur mulai ditinggalkan oleh saudagar- saudagar cina, arab, india, dan eropa.

Factor- factor ditinggalkannya jalur darat :
1.    teknologi kapal layar sudah ditemukan , yang bisa menampung
600 – 700 orang.
            2.  resiko keamanannya lebih aman dan terjaga.
            3.  telah ditemukannya ilmu perbintangan (astronomi).
            4.  tersebarnya agama Buddha.

Indonesia sebagai penghasil rempah- rempah membuat para pedagang luar baik dari asia dan terutama eropa datang keindonesia untuk berdagang dan mengambil rempah- rempah langung dari sumbernya, sehingga Indonesia menjadi ramai serta menjadi pusat perdagangan dunia.


DAFTAR PUSTAKA



Bellwood, peter. 1988. Jalur Perdagangan Darat dan Laut. Jakarta: Gramedia                     Pustaka.
Poesponegoro, M.D. dkk. 1991. perdagangan dan pelayaran pada masa kuno. Jakarta: Balai Pustaka.

[Online]. Terdapat di. http://www.wikipedia.com/2009/11/11/perdagangan asia kuno/ [05-04-11]





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar